Sabtu, 12 Juni 2021

Berbuat kebaikan dalam Islam

 Menebar kebaikan sudah jelas menjadi kewajiban bagi tiap manusia dan perlu dipelihara sejak sedini mungkin hingga tua renta. Dengan kebaikan, manusia bisa saling berbagi kebahagiaan dan memberi banyak manfaat baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain.Namun terkadang dari kalangan manusia masih merasa ragu untuk menebar kebaikan sekalipun dalam hal kecil. Jika hal ini kamu alami, 6 penggalan atau kutipan ayat Al-Quran ini bisa jadi moodbooster bagimu supaya terus termotivasi dalam berbuat baik

Selain senantiasa semangat dalam menuntun ilmu serta taat beribadah, berbuat kebaikan juga menjadi hal yang sangat Allah cintai.

"Dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik". QS. Al-Baqarah: 195

Hilangkan rasa ragu dalam dirimu untuk menebar kebaikan sebab Allah telah menjamin balasan berupa kebaikan juga bagi yang melakukannya.

"Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula)". QS. Ar-Rahman: 60

Memang gak bisa dianggap remeh, kebaikan sekecil apapun yang diumpakan sebesar biji dzarrah juga tetap mendapat balasan pahala sesuai yang dia perbuat.

Perumpamaan Biji dzarrah di sini intinya bukan menunjukkan makna benda, tetapi lebih kepada suatu hal yang dianggap sangat kecil dan remeh sesuai pemahaman manusia.

"Barangsiapa yang berbuat kebaikan (sebesar biji dzarrah), niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barangsiapa yang berbuat kejahatan (sebesar biji dzarrah), niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula" . QS. Az-Zalzalah: 7-8

Gak perlu khawatir, Allah akan selalu melimpahkan rahmat atas kebaikan yang kamu perbuat.

"Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik". QS. Al-A'raf: 56

Disadari atau tidak, sebenarnya apa yang kamu alami dan kamu rasakan adalah cerminan atas kebaikan yang kamu perbuat.

Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri". QS. Al-Isra': 7

Dalam berbagai bentuk kebaikan, Allah juga menjamin akan melipatgandakan pahala dan balasannya seperti halnya sedekah.

"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas karunia-Nya lagi Maha Mengetahui". QS. Al-Baqarah: 261

Itulah beberapa penggalan firman Allah yang sangat menganjurkan bahkan mewajibkan kamu untuk membiasakan diri berbuat kebajikan berdasarkan kemampuanmu dan sesuai syariat Islam tanpa membedakan ras, suku maupun agama. Tentunya dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari yang dianggap sederhana hingga yang lebih besar nilainya.

===========================

1. Termasuk Amal Shalih

Penjelasan mengenai menyantuni anak yatim salah dijelaskan dalam salah satu ayat dalam Alquran. Allah SWT berfirman: “Dan mereka bertanya kepadamu mengenai anak-anak yatim. Katakanlah, “Memperbaiki keadaan anak-anak yatim itu amat baik bagimu.” (QS Al-Baqarah: 220).

Memperbaiki di sini maksudnya adalah berderma kepada anak yatim, memeliharanya dengan pemeliharaan yang baik, dan menjamin kehidupannya. Ini termasuk amal kebaikan yang sangat besar bagi seorang muslim.

2. Allah Menyukai Hamba yang Senang Berderma

"Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: “Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan. Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, Maka Sesungguhnya Allah Maha mengetahuinya.” (QS Al-Baqarah: 215).

Allah SWT menyukai nafkah yang diberikan untuk anak yatim. Sebab, hal tersebut menjadi kemuliaan sendiri bagi seseorang karena telah berbagi kepada sesama, terutama yang sangat membutuhkan. Harta ini tentu akan lebih baik daripada yang dipergunakan untuk diri sendiri.

3. Menjadi Jalan Masuk Surga

“Rasulullah SAW bersabda: ‘Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini,’. Kemudian Rasulullah SAW mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah, serta agak merenggangkan keduanya.” (HR Bukhari).

Bagi orang yang menanggung kehidupan anak yatim seperti yang dilakukan oleh Rasulullah SAW, maka Allah SWT menjanjikannya masuk surga. Ini karena orang itu telah menjaga kehidupan anak tersebut karena berada di dalam pengawasan dan tanggung jawabnya.

4. Jauh dari Adzab Allah

Rasulullah SAW bersabda, “Demi Allah yang mengutusku dengan kebenaran di hari kiamat Allah SWT tidak akan mengadzab orang yang mengasihi anak yatim dan berlaku ramah padanya serta manis tutur katanya. Dia benar-benar menyayangi anak yatim dan mengerti kekurangannya, dan tidak menyombongkan diri pada tetangganya atas kekayaan yang diperoleh Allah kepadanya.” (HR Thabrani).

Umat Islam tentu ingin selalhi diberkahi dengan pahala dan dijauhkan dari adzab. Salah satu caranya adalah dengan mencintai anak yatim. Sebab, anak yatim memiliki keistimewaan tersendiri dalam Islam, sehingga Allah SWT memberikan keistimewaan atas amalan yang dilakukan seseorang pada anak yatim.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar