Minggu, 26 September 2021

Mujizat Belah Bulan

 Kisah Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم membelah bulan benar-benar menakjubkan hingga membuat Raja penyembah berhala dari Syam, Habib bin Malik bersyahadat dan sujud syukur. Namun tidak demikian dengan Abu Jahal dan pengikutnya yang menyebutnya sebagai sihir.

Bukti kebenaran Nabi membelah bulan ini dapat kita lihat dari gambar yang dirilis NASA beberapa tahun silam. Terbelahnya bulan merupakan salah satu mukjizat agung Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم.

Baca Juga: Kisah Terbelahnya Bulan yang Bikin Takjub Para Pembesar Quraisy

Kisah ini juga diabadikan Allah Ta'ala dalam Al-Qur'an.

اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ

"Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan." (QS Al-Qomar (54): 1)

Yang dimaksud dengan "saat itu" ialah Hari Kiamat atau saat kehancuran kaum musyrikin. Terbelahnya bulan merupakan suatu mukjizat Nabi untuk membungkam Abu Jahal dan pengikutnya yang selalu menentang Nabi.

Adapun Hadis yang meriwayatkan peristiwa terbelahnya bulan terjadi pada masa Rasulullah masih di Makkah sebelum Hijrah ke Madinah. Dari Abdullah bin Masud radhiyallahu 'anhu berkata: "Bulan terbelah menjadi dua pada masa Rasulullah lalu Beluau bersabda: Saksikanlah oleh kalian." (HR Muslim No 5010)

Dari Anas radhiyallahu 'anhu, bahwa penduduk Makkah meminta kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم untuk diperlihatkan kepada mereka satu mukjizat (tanda kenabian), maka Rasulullah memperlihatkan kepada mereka mukjizat terbelahnya bulan sebanyak dua kali. (HR Muslim No. 5013)

Raja Penyembah Berhala Bersyahadat

Dalam terjemahan Kitab Durrotun Nashihin Bab Mu'jizat Nabi Muhammad Karya Syekh Utsman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syakir Al-Khaubawiyyi dikisahkan, pada zaman Rasulullah hiduplah raja bernama Habib bin Malik di Syam. Dia adalah penyembah berhala yang fanatik dan menentang serta membenci agama yang didakwahkan Rasulullah صلى الله عليه وسلم.

Suatu hari Abu Jahal menyurati Raja Habib bin Malik perihal Rasulullah. Surat itu membuatnya penasaran dan ingin bertemu dengan Nabi Muhammad dan membalas surat itu ia akan berkunjung ke Makkah.

Pada hari yang telah ditentukan, berangkatlah ia dengan 10.000 orang ke Makkah. Sampai di Desa Abtah, dekat Makkah, ia mengirim utusan untuk memberitahu Abu Jahal bahwa dia telah tiba di perbatasan Makkah. Maka Raja Habib oleh Abu Jahal pun disambut oleh pembesar Quraisy.

"Seperti apa sih Muhammad itu?" tanya Raja Habib setelah bertemu dengan Abu Jahal.

"Sebaiknya Tuan tanyakan kepada Bani Hasyim," jawab Abu Jahal.

Lalu Raja Habib menanyakan kepada Bani Hasyim. "Di masa kecilnya, Muhammad adalah anak yang bisa di percaya, jujur, dan baik budi. Tapi, sejak berusia 40 tahun, Ia mulai menyebarkan agama baru, menghina dan menyepelekan tuhan-tuhan kami. Ia menyebarkan agama yang bertentangan dengan agama warisan nenek moyang kami," kata salah seorang dari keluarga Bani Hasyim.

Raja Habib makin penasaran dan ia memerintahkan untuk menjemput Rasulullah صلى الله عليه وسلم dan memaksa bila ia tidak mau datang.Dengan menggunakan jubah merah dan sorban hitam, Rasulullah datang bersama Abu Bakar As-Shiddiq dan istri tercinta Sayyidah Khadijah radhiyallahu 'anha.

Sepanjang jalan Khadijah menangis karena khawatir akan keselamatan suaminya, demikian pula Abu Bakar. "Kalian jangan takut, kita serahkan semua urusan kepada Allah" kata Rasulullah.

Setibanya di Desa Abthah, Nabi Muhammad disambut dengan ramah dan dipersilahkan duduk di kursi yang terbuat dari emas. Ketika Rasulullah duduk di kursi itu, memancarlah cahaya kemilau dari wajahnya yang berwibawa, sehingga yang menyaksikannya tertegun dan kagum.

Maka berkata Raja Habib, "Wahai Muhammad, setiap Nabi memiliki mukjizat, mukjizat apa yang Engkau miliki?"

Dengan tenang, Rasulullah balik bertanya, "Mukjizat apa yang Tuan kehendaki?"

"Aku menghendaki matahari yang tengah bersinar engkau tenggelamkan,kemudian munculkanlah bulan. Lalu turunkanlah bulan ke tanganmu, belah menjadi dua bagian, dan masukkan masing-masing ke lengan bajumu sebelah kiri dan kanan. Kemudian keluarkan lagi dan satukan lagi. Lalu suruhlah bulan mengakui engkau adalah Rasul. Setelah itu kembalikan bulan itu ke tempatnya semula. Jika engkau dapat melakukannya, aku akan beriman kepadamu dan mengakui kenabianmu," kata Raja Habib.

Mendengar itu, Abu Jahal sangat gembira, pasti Rasulullah tidak dapat melakukannya. Dengan tegas dan yakin Rasulullah menjawab: "Aku penuhi permintaan Tuan."

Kemudian Rasulullah berjalan ke arah Gunung Abi Qubaisy dan sholat dua rakaat. Usai sholat, Beliau berdoa dengan menengadahkan tangan tinggi-tinggi, agar permintaan Raja Habib terpenuhi.

12.000 Malaikat Turun

Seketika itu juga tanpa diketahui oleh siapapun turunlah 12.000 Malaikat.Maka berkatalah Malaikat Jibril: "Wahai Rasulullah, Allah menyampaikan salam kepadamu."

Allah berfirman, "Wahai kekasih-Ku, janganlah engkau takut dan ragu.Sesunguhnya Aku senantiasa bersamamu. Aku telah menetapkan keputusan-Ku sejak Zaman Azali.' Tentang permintaan Habib bin Malik, pergilah engkau kepadanya untuk membuktikan kerasulanmu. Sesungguhnya Allah yang menjalankan matahari dan bulan serta mengganti siang dengan malam."

Untuk diketahui, Habib bin Malik mempunyai seorang putri cacat, tidak memiliki kaki dan tangan kemudian matanya buta. Allah menyembuhkan anak itu, sehingga bisa berjalan, meraba dan melihat.

Lalu bergegaslah Rasulullah turun menjumpai orang kafir Quraisy,sementara bias cahaya kenabian yang memantul dari wajahnya semakin bersinar.

Ketika itu matahari telah beranjak senja. Matahari hampir tenggelam, sehingga suasananya remang-remang. Tak lama kemudian Rasulullah berdoa agar bulan segera terbit. Maka terbitlah bulan dengan sinar yang benderang.

Lalu dengan dua jari Rasulullah صلى الله عليه وسلم mengisyaratkanagar bulan itu turun kepadanya. Tiba-tiba suasana jadi amat menegangkan ketika terdengar suara gemuruh yang dahsyat.

Segumpal awan mengiringi turunnya bulan ke tangan Rasulullah. Segera setelah itu Beliau membelahnya menjadi dua bagian, lalu Beliau masukkan ke lengan baju kanan dan kiri. Tidak lama kemudian, Beliau mengeluarkan potongan bulan itu dan menyatukannya kembali.

Dengan sangat takjub orang-orang menyaksikan Rasulullah menggengam bulan yang bersinar dengan indah dan cemerlang. Bersamaan dengan itu bulan mengeluarkan suara: "Asyhadu alla ilaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa Rasuluh."

Menyaksikan keajaiban itu, pikiran dan perasaan semua yang hadir terguncang. Sungguh, ini bukan mimpi, melainkan sebuah kejadian yang nyata! Sebuah mukjizat luar biasa hebat yang disaksikan sendiri oleh Raja Habib bin Malik.

Ia menyadari, itu tak mungkin terjadi pada manusia biasa, meski ia lihat dalam ilmu sihir sekalipun. Namun, hati Raja Habib masih beku.Maka ia pun berkata: "Aku masih mempunyai syarat lagi untuk mengujimu."

Belum lagi Raja Habib sempat melanjutkan ucapannya, Rasulullah صلى الله عليه وسلم memotong pembicaraan: "Engkau mempunyai putri yang tidak sempurna, bukan? Sekarang, Allah telah menyembuhkannya dan menjadikannya seorang putri yang sempurna."

Raja Habib pun terkejut karena tidak ada siapapun yang tahu penyakitanaknya itu yaitu lumpuh dan matanya buta kecuali orang-orang istana dan mereka yang dekat dengannya saja.

Mendengar itu, betapa gembiranya hati Raja Habib. Spontan ia pun berdiri dan berseru, "Hai penduduk Makkah! Kalian yang telah beriman jangan kembali kafir, karena tidak ada lagi yang perlu diragukan. Ketahuilah, sesungguhnya aku bersaksi, tiada Tuhan selain Allah dan tiada sekutu baginya; dan aku bersaksi sesungguhnya Muhammad adalah Utusan dan hamba-Nya!"

Abu Jahal Jengkel

Melihat semua itu Abu Jahal jengkel dan marah. Dengan emosi dia berkata kepada Raja Habib: "Wahai! Raja Habib engkau beriman kepada tukang sihir ini, hanya karena menyaksikan kehebatan sihirnya?"

Namun Raja Habib tidak menghiraukannya dan berkemas untuk pulang. Sampai di pintu gerbang istana, putrinya yang sudah sempurna, menyambutnya sambil mengucapkan dua kalimat syahadat.

Tentu saja Raja Habib terkejut. "Wahai putriku, darimana kamu mengetahui ucapan itu? Siapa yang mengajarimu?"

"Aku bermimpi didatangi seorang lelaki tampan rupawan yang memberi tahu ayah telah memeluk Islam. Dia juga berkata, jika aku menjadi muslimah, anggota tubuhku akan lengkap. Tentu saja aku mau, kemudian aku mengucapkan dua kalimat sahadat," jawab sang putri.

Maka seketika itu juga Raja Habib pun bersujudlah sebagai tanda syukur kepada Allah.

"Sungguh, telah dekat hari Kiamat, dan telah terbelah bulan. Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata, "(Ini adalah) sihir yang terus menerus." Dan mereka mendustakan (Muhammad) dan mengikuti keinginannya, padahal setiap urusan telah ada ketetapannya." (QS Al-Qomar 1-3)

Gambar permukaan bulan yang diklaim sebagai bukti pernah terbelahnya bulan dapat dilihat dari dokumen yang dipublikasikan oleh situs Badan Antariksa Amerika (NASA) pada 29 Oktober 2002. Dilansir dari Al-habib.info, bahwa di sana terlihat sebuah ngarai (semacam kanal kering) besar yang lurus membentang, dan mengesankan sebuah bekas patahan atau belahan yang tersambung kembali.

Tetapi, jika kita bersedia membaca lebih jauh keterangan dari NASA mengenai gambar tersebut, orang akan berpikir ulang untuk menyatakan bahwa ngarai itu merupakan bekas terbelahnya bulan. Silakan cek di sini Fakta Bentukan Alam di Bulan


Selasa, 14 September 2021

10 Mujizat Nabi Muhammad SAW

 10 Mukjizat Nabi Muhammad SAW yang Bisa Diceritakan kepada AnakPenuh keajaiban, berikut mukjizat Nabi Muhammad SAW dari Allah SWT

Kisah Nabi Muhammad SAW merupakan cerita yang perlu disampaikan pada setiap anak dalam agama Islam. Perjuangan dan kebaikan Sang Nabi adalah tauladan bagi anak-anak.

Tak hanya di lingkungan formal, pendidikan agama juga penting ditanamkan sejak usia dini bahkan oleh orangtua di rumah.

Seperti misalnya menceritakan kisah para nabi, termasuk dengan mukjizat yang dimiliki para nabi dan Rasul. Dengan demikian, maka pengetahuan anak mengenai sejarah Islam akan lebih luas dan bisa mereka amalkan dalam kehidupan sehari-harinya.

Ada banyak nabi yang bisa Mama bacakan kisahnya kepada anak, salah satunya Nabi Muhammad SAW yang selama hidupnya memiliki mukjizat luar biasa dari Allah SWT.

Nabi paling akhir yang diutus Allah untuk menuntun umat Islam ke jalan yang benar adalah nabi penutup dan tidak ada lagi nabi setelahnya yang menjadi utusan Allah.

Inilah mengapa Nabi Muhammad mempunyai sebutan sebagai Khataman Nabiyyin, atau nabi paling akhir. Menyempurnakan ajaran Allah yang telah disampaikan oleh nabi-nabi terdahulu, Nabi Muhammad menjadi utusan untuk menyempurnakan ajaran kepada umat Islam.

Sebagai utusan dalam menuntun umat Islam kepada ajaran yang benar, Allah memberikan segala mukjizat yang luar biasa kepada Nabi Muhammad. Mukjizat ini juga bisa diceritakan pada anak sebagai pemahaman baru akan sejarah Islam, serta diharapkan dapat anak amalkan dalam kehidupan.

1. Al Quran

Mukjizat Nabi Muhammad SAW yang pertama adalah diturunkannya Alquran. Sebagaimana diketahui bersama bahwa Alquran merupakan mukjizat pertama dan menjadi mukjizat terbesar yang diberikan kepada Nabi Muhammad diantara 4 kitab lainnya.

Perlu diketahui juga, sebelum Allah menurunkan Alquran, lebih dulu kitab Taurat diturunkan pada Nabi Musa AS, Zabur pada Nabi Daud AS, dan Injil pada Nabi Isa AS.

Alquran juga menjadi mukjizat yang abadi sepanjang masa dan menjadi kitab bagi umat Islam dari dulu hingga saat ini.

2. Isra Miraj

Salah satu perayaan tertentu pada umat Islam adalah isra miraj atau perjalanan malam yang dilakukan Nabi Muhammad. Di mana keduanya adalah mukjizat berikutnya yang diturunkan Allah kepada Rasulullah.

Disebutkan bahwa isra adalah perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa. Sementara miraj dari Baitul Maqdis ke Sidratul Muntaha, untuk menerima perintah salat dalam waktu tidak sampai satu malam.

Sementara Isra Miraj sendiri diyakini terjadi pada malam 27 Rajab.

Merujuk buku Air Zamzam Mukjizat yang Masih Terjaga (Said Bakdasy, 2015), Malaikat Jibril membelah dada Nabi Muhammad dan ‘membersihkan’ hatinya dengan air zamzam sebanyak empat kali.

Pertama, saat Nabi Muhammad berusia empat tahun dan masih tinggal bersama dengan ibu susunya, Sayyidah Halimah as-Sa’diyah, di kampung Bani Sa’d. Lalu terjadi lagi pembersihan berikutnya.

Hikmah di balik pembelahan ketiga adalah agar Nabi Muhammad mampu menerima wahyu dengan hati yang kuat, bersih dan diridhai.

3. Mengobati Sakit Mata

Sebelum menaklukan Benteng Khaibar, Ali bin Abi Thalib sebagai pemegang bendera pasukan sempat mengalami sakit mata. Dengan mukjizat yang diberikan Allah, Nabi Muhamamd kemudian memanggil Ali dan meludahi matanya yang sakit.

Maha besar Allah, berkat mukjizat yang diberikannya kepada Rasulullah, mata Ali bin Abi Thalib kemudian sembuh dan tidak terlihat seperti seorang yang pernah mengalami sakit

 4. Makanan yang sedikit tetapi cukup untuk banyak orang

Sebagaimana diceritakan dalam HR Al-Bukhari No. 3385; Muslim No. 2040, dikisahkan bahwa saat itu Nabi Muhammad SAW sedang dalam keadaan lemas, sehingga Abu Tholhah dan istrinya mengundang Sang Nabi untuk makan.

Dalam kesempatan tersebut, Rasulullah datang membawa sahabatnya sekitar 70-80 orang. Namun Abu Tholhah dan istrinya hanya memiliki sedikit makanan yang tidak cukup untuk diberikan kepada Rasulullah dan para sahabatnya.

Sebelum makan, Rasulullah kemudian mendoakan makanan yang dihidangkan oleh Abu Tholhah dan istrinya. Setelahnya para sahabat Rasulullah diminta makan bergantian hingga semua mendapat giliran, termasuk Rasulullah dan keluarga Abu Tholhah.

Berkat mukjizat yang Allah berikan, makanan yang berjumlah sedikit tersebut dapat membuat seluruh tamu merasa kenyang. 

5. Membelah bulan

Mukjizat Nabi Muhammad SAW lainnya adalah dapat membelah bulan. Kejadian ini bermula ketika orang-orang kafir tidak percaya perjalanan Isra Miraj yang telah Rasul selesaikan. Kisah ini terjadi pada saat sebelum Rasulullah berhijrah ke Madinah.

Kaum kafir kemudian menantang Rasulullah untuk membuktikan kenabiannya dengan membelah bulan. Suatu malam kaum kafir beramai-ramai mendatangi Nabi Muhammad SAW. Kala itu Rasul sedang berada di Mina. 

Sekelompok kaum musrik itu menantang Nabi Muhammad SAW untuk membelah bulan, jika ia menyanggupinya maka mereka akan tunduk kepada Allah SWT.

Rasulullah pun sontak langsung menunjuk ke arah bulan, dan atas kehendak Allah SWT yang menurunkan mukjizat pada Nabi Muhammad SAW maka bulan terbagi menjadi dua. 

Seperti disebutkan dalam Sahuh Al-Bukhari, "Bahwa orang-orang Makkah meminta utusan Allah untuk menunjukkan kepada mereka mukjizat, dan ia menunjukkan kepada mereka pemisahan bulan." 

Sayangnya, setelah berhasil memperlihatkan bulan terbelah kaum kafir pun berkhianat. Mereka tetap membenci Nabi Muhammad SAW dan tidak tunduk kepada Allah SWT. 

6. Doa meminta hujan

Pada suatu waktu, diceritakan bahwa Nabi Muhammad tengah berkhutbah Jumat. Saat itu, ada umatnya yang meminta didoakan agar turun hujan karena terjadi kekeringan.

Rasulullah pun berdoa dan memohon kepada Allah SWT. Atas kehendak-Nya, turunlah hujan deras terus menerus sampai hari Jumat berikutnya.

Meski sudah tidak alami kekeringan, namun terdapat seorang umat memberi tahu Rasulullah bahwa banyak rumah yang rusak akibat hujan derat yang tak kunjung berhenti. 

Mengetahui hal tersebut, Rasulullah kembali berdoa agar hujan dapat dialihkan ke sekeliling kota Madinah. Tak lama setelah itu, awan-awan di langit atas kota Madinah pun bergerak pindah ke pinggir kota Madinah.

Cerita ini juga disebutkan dalam HR. Al-Bukahari No. 3582.

7. Segelas susu yang dapat mengenyangkan banyak orang

Tak hanya mukjizat makanan sedikit yang dapat mengenyangkan banyak orang, diceritakan pula dalam HR Al-Bukhari No. 6087 bahwa mukjizat Nabi Muhammad selanjutnya adalah segelas susu yang dapat mengenyangkan banyak orang.

Diceritakan bahwa saat ada sahabat Rasulullah yakni Abu Hurairah yang dalam keadaan kekurangan tetapi memiliki banyak ilmu dan kuat hafalannya. Sampai suatu waktu, Rasulullah melewati sahabatnya itu yang tengah duduk di pinggir jalan.

Rasulullah yang mengetahui penderitaan Abu Hurairah pun mengajaknya untuk ikut ke rumahnya. Sesampainya di rumah, Rasulullah menemukan segelas susu dan bertanya pada sang istri dari mana susu tersebut. Istrinya kemudian menjawab dari Fulan.

Rasulullah pun meminta Abu Hurairah memanggil ahlush shuffah atau sekumpulan sahabat yang tinggal di masjid Rasulullah.

Tak lama kemudian, mereka pun datang ke rumah Rasulullah dan meminta Abu Hurairah untuk membagikan susu kepada mereka.

Abu Hurairah memberikan gelas berisi susu kepada orang pertama dan mengizinkan orang tersebut meminumnya sampai puas, setelahnya gelas diberikan kepada orang kedua dan seterusnya sampai mereka semua puas.

Setelah para tamu merasa puas, gelas itu kemudian dikembalikan kepada Rasulullah. Saat itu, hanya Rasulullah dan Abu Hurairah yang belum meminum susu tersebut.

Rasulullah mengizinkan Abu Hurairah untuk meminumnya dahulu. Kemudian barulah susu itu diberikan kepada Rasulullah. Beliau memuji Allah dan bersyukur lalu membaca, "Bismillah" sebelum meminum sisa susu dari Abu Hurairah.

Mereka pun dapat menikmati segelas susu secara bersamaan dan mengenyangkan berkat mukjizat yang Allah berikan pada Rasulullah.

8. Air yang mengalir dari jemari tangan

Diceritakan pada hari Al-Hudaibiya (perjanjian), ada banyak orang yang merasakan kehausan kala itu. Setelah menyelesaikan wudhu dengan air yang seadanya, mereka bergegas mengunjungi Nabi Muhammad.

Orang-orang tersebut mengatakan kepada Rasulullah bahwa mereka tidak memiliki air untuk wudhu maupun minum, kecuali sepanci air kecil yang tidak cukup untuk semua orang

Mengetahui hal tersebut, Rasulullah kemudian meletakan tanggan ke dalam panci dan air mulai mengalir dari jari-jarinya seperti mata air. Berkat kehendak Allah, akhirnya semua orang dapat minum dan wudhu tanpa merasa kekurangan.

9. Meramalkan sang istri

Sebelum wafatnya Nabi Muhammad dan sang istri, Zainab. Rasulullah pernah meramalkan sang istri yang terkenal paling rajin bersedekah ini bahwa Zainab akan meninggal tidak lama setelah wafatnya sang Rasul.

Zainab binti Jahsy merupakan istri ketujuh Rasulullah. Zainab merupakan istri Rasulullah yang dikenal karena sifat kedermawanannya. 

Sungguh tepat, ramalan Rasulullah kemudian terbukti ketika Zainab meninggal dunia setelah kematian Rasulullah. Ia wafat di Madinah pada tahun ke-20 Hijriah.

10. Dapat memancarkan petir

Mukjizat Nabi Muhammad SAW lainnya yang Allah SWT berikan adalah tubuhnya yang dapat memancarkan petir. Ini terjadi ketika Rasulullah hendak dibunuh oleh Syaibah bin Utsman dalam Perang Hunain.

Kala peran tersebut, diceritakan bahwa Rasulullah belum makan selama 3 hari. Namun berkat kehendak Allah, Rasulullah sanggup menghancurkan batu besar dengan tiga kali pukulan dan tubuhnya dapat memancarkan nyala api dan petir.

Subhanallah, itulah mukjizat Nabi Muhammad SAW yang diberikan oleh Allah SWT untuk membantunya berdakwah dan membuktikan kenabiannya. Begitu besar kehendak yang Allah SWT berikan kepada Rasulullah ya, Ma.

Semoga informasi di atas dapat Mama ceritakan kepada anak di rumah sebagai penambah wawasan sejarah Islam, serta dapat menjadi amalan bagi kehidupan sehari-harinya.