Jumat, 13 Desember 2013

Ayat-ayat Al Quran Tentang konsep Keselamatan Menuju Jannah (Surga)

Hai orang-orang yg beriman (kepada para rasul), bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya, niscaya Allah memberikan rahmat-Nya kepadamu dua bagian, dan menjadikan untukmu cahaya yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan dan Dia mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. Al-Hadid, 57: 28)

              Menaati Rasulullah Saw dan mengikuti jalan hidup atau Sunnahnya, niscaya akan menghantarkan seseorang kepada Jannah Allah SWT. Karena siapa yang mentaati beliau saw berarti pasti ia mentaati Allah. Maka Allah firmankan, "Barangsiapa menaati Rasul (Muhammad), maka sesungguhnya (berarti) dia telah menaati Allah..." (QS. Al-Nisa': 80).

              Kita temukan dalam banyak ayat, orang yang akan masuk ke Surganya Yaitu orang yang menyerahkan diri kepada Allah untuk tunduk patuh kepada-Nya dengan mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Semua ini merupakan inti dari dakwah Rasulullah Saw. Allah berfirman, "Dan siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikit pun." (QS. An-Nisa': 124).

              "Kecuali orang yang bertobat, beriman dan beramal saleh, maka mereka itu akan masuk surga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikit pun." (QS. Maryam: 60). 

              "Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: Tuhan kami ialah Allah", kemudian mereka tetap istiqamah maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan." (QS. Al-Ahqaaf: 13-14), Siapa yang mau tunduk ibadah kepada Allah semata, menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, dengan menaati & mengikuti contoh teladan yang telah diberikan Rasulullah Saw dalam Sunnahnya yang mulia, niscaya akan menjadi penghuni surga. Oleh karena itu, maka wajib bagi setiap muslim, kita semua yang mengaku beriman, untuk menaati syariat Allah serta mengikuti Sunnah Nabi saw dalam setiap syariat yang beliau bawa. Perhatikanlah Allah telah berfirman tentang Nabi-Nya, “Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah menyayangimu dan mengampuni dosa-dosamu.” (QS. Ali 'Imran: 31).

              Mencintai Rasulullah saw adalah di antara sebab timbulnya rasa cinta Allah kepada hamba-Nya, juga sebagai sebab datangnya ampunan, serta sebab masuknya hamba ke dalam surga. Adapun bermaksiat kepada Beliau saw dan menyelisihi Sunnah Beliau saw merupakan sebab kemurkaan Allah dan sebab terjerumusnya seseorang ke dalam neraka. Barangsiapa melakukan yang demikian itu, berarti ia enggan untuk masuk ke dalam surga. Tegasnya lagi, barangsiapa yang menolak untuk menaati-mengikuti Sunnah Rasul saw maka berarti ia telah enggan untuk masuk surga.

Jika Tidak Beradab Kepada Nabi saw

              Orang yang tidak beradab dan tidak berakhlak yang baik terhadap Nabi SAW niscaya akan gugur amal-amalnya. Perhatikanlah Allah berfirman dengang makna: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu lebih dari suara Nabi. Dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara keras sebagaimana kerasnya (suara) sebagian kamu terhadap sebagian yang lain, supaya tidak hapus amalanmu sedangkan kamu tidak menyadari.” (Q.S. Al-Hujurat: 2).

              Dari ayat tersebut dapat dipahami betapa mengangkat suara kepada Rasulullah Saw agak tinggi saja niscaya berdampak bisa menggugurkan amalan. Lebih-lebih berbagai macam perbuatan yang menyalahi Sunnah Nabi saw, seperti syirik, kemaksiatan, dan kemungkaran lainnya. Selain itu, jika tidak beradab terhadap Rasulullah Saw dan Sunnahnya, maka ada yang menyebabkan kekafiran, kefasikan, kemaksiatan, atau sebagai kesalahan semata.