Minggu, 30 Mei 2021

Tuhan Tidak Dapat Dilihat Menurut Bible

 [6:103] Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan; dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui.

Yohanes 1 : 18

Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.

"Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nyapun tidak pernah kamu lihat," (Yohanes 5:37)

[7:143] Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa: “Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau”. Tuhan berfirman: “Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku”.

"Seperti Musa yang dikenal TUHAN dengan berhadapan muka, tidak ada lagi nabi yang bangkit di antara orang Israel," (Ulangan 34:10)

Firman Allah kepada Musa: “AKU ADALAH AKU (Keluaran 3: 13-14). Artinya, Allah itu keberadaanNya ditunjukkan dengan perbuatanNya agar manusia mengenal siapa Dia, dan beriman kepadaNya sesuai dengan tindakanNya. Konsep mengenai Allah bukan karena definisi manusa atau hasil rumusan manusia melainkan memahami Allah itu karena Ke-AKU-anNya yang adalah sedemikian.

Perjanjian Lama. “Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa !” (Ulangan 6: 4). Inilah menjadi dasar iman bangsa Israel sehingga mereka tidak boleh menyembah allah lain. Dalam Hukum Taurat Pertama dikatakan: “Akulah Tuhan, Allahmu, tidak boleh ada padamu allah lain di hadapanKu”. Ajaran keesaan Tuhan adalah ajaran yang sama yang dibawakan oleh Yesus Kristus. Yesus Kristus juga mengajarkan kepada orang Yahudi bahwa Tuhan  Allah itu esa.


Allah, yaitu: (1) Kekekalan: Ia mengaku sudah ada sejak kekal (Yohanes 8:58; 17:5); (2) Mahahadir: Ia mengaku hadir di mana-mana (Matius 18:20; 28:20); (3) Mahatahu: Ia memperlihatkan pengetahuan tentang hal-hal yang hanya dapat diketahui jika Ia mahatahu (Matius16:21; Lukas 6:8; 11:7; Yohanes 4:29); (4) Mahakuasa: Ia memperagakan dan menyatakan kekuasaan satu Pribadi yang Mahakuasa (Matius 28:20; Markus 5:11-15;Yohanes 11:38-44). Ia adalah Anak Allah (Yohanes 10:36). Dia sendiri adalah Tuhan dan Allah: disebut sebagai Allah (Yohanes 1:1; 20:28; Ibrani 1:8), sebagai Tuhan (Matius 22:43-45), dan Raja di atas segala raja dan Tuhan di atas segala tuan (Wahyu 19:16

Tuhan Allah tidak dapat dilihat

Oleh karena Tuhan itu Maha tinggi maka Ia tidak dapat dilihat manusia. Dalam kitab Keluaran 33: 20 Tuhan memperingatkan Musa bahwa Musa tidak akan tahan memandang wajah Allah karena tidak ada orang yang memandang Tuhan Allah dapat hidup. Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal  Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya (Yoh 1: 18).

1. Quran surat Al-Baqarah ayat 255: .. ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْحَىُّ ٱلْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ “Artinya : Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (mahlukNya)..”. 2. Al-Qur'an surah Ali Imran ayat 1-2 الٓمّٓ, اللّٰهُ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۙ الۡحَىُّ الۡقَيُّوۡمُؕ “Artinya : Alif Laam Miim. Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus mahlukNya”.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar